Sunday, Feb 14th

Last update03:42:50 AM GMT

Kajaolalido

Kenal Lebih Dekat dengan Kampus Terbaik

E-mail Print PDF

Sma Islam Athirah memiliki program tahunan yang sudah diterapkan dari 3 tahun lalu yang dinamakan observasi kampus atau kunjungan kampus. Kunjungan kampus ini dilakukan pada kampus-kampus negeri ternama baik di Makassar maupun di pulau Jawa. Kegiatan ini bertujuan agar siswa(i) sma islam athirah Makassar mengenal langsung kampus idaman mereka serta dapat langsung bertanya tentang kriteria dari kampus tersebut. Kunjungan kampus tahun 2015 ini tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya mulai dari pembagian wilayah yang akan dikunjungi yaitu barat dan timur, digabungnya sma athirah kajaolalido dan sma athirah bukit baruga Makassar, dan kampus yang akan dikunjungi. Satu yang berbeda adalah untuk kegiatan kunjungan kali ini panitianya merupakan siswa(i) itu sendiri dan tetap didampingi oleh guru-guru dan pimpinan. Siswa(i) yang menjadi panitia tentunya diajarkan bagaimana menghandle kegiatan ini dimana pesertanya adalah teman-teman mereka juga, mulai dari pemilihan travel, waktu kunjungan, sampai mengatur tata tertib selama kegiatan ini berlangsung. Kegiatan ini berlangsung setelah ujian semester yaitu tanggal 13-18 desember. Wilayah yang dikunjungi untuk barat adalah Jakarta, bandung, bogor dan timur adalah Surabaya, malang, dan Jogjakarta. Dalam kunjungan ini, siswa(i) bertemu dengan perwakilan kampus kemudian akan dijelaskan tentang kampus tersebut dan beberapa kriteria untuk penerimaan mahasiswa baru. Setelah presentasi dari kampus, siswa(i) sma athirah makassar begitu antusias untuk mengemukakan pendapat dan bertanya mengenai kampus tersebut sampai mereka mendapatkan jawaban yang mereka harapkan. Setelah itu, siswa(i) diajak berkeliling kampus untuk melihat fakultas-fakultas serta fasilitas yang ada di kampus tersebut. Dari semua kampus yang telah dikunjungi, mereka dapat membandingkan dan segera menentukan pilihan yang tentunya sesuai dengan apa yang telah mereka dengar dan lihat. Seluruh siswa(i) sma Islam Athirah 1 makassar mengungkapkan kepuasan mereka dengan adanya kegiatan ini karena dapat menambah informasi tentang kampus impian mereka.

Bangga Jadi Paskibraka

E-mail Print PDF

M. Asyraf A Assagaf, siswa SMA Islam Athirah Kajaolaliddo, mengaku beruntung terpilih mewakili sekolah untuk menjadi anggota Paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka) Kota Makassar angkatan 2015.

Asyraf, begitu ia biasa disapa, menceritakan pengala¬mannya menjalani latihan selama enam bulan dengan jumlah anggota 70 orang yang berasal dari berbagai sekolah di Makassar.

Terik matahari seakan menjadi teman setianya selama latihan. Selain itu, dia juga dilatih untuk menjadi seorang yang disiplin dan memiliki etika yang baik.

Puncak kebangganya dirasakan pada saat pengibaran bendera yang disaksikan oleh beberapa pejabat Kota Makassar serta pegawai dari beberapa instansi.  Kopiah hitam, baju seragam putih, dan hentakan sepatu hitam menambah kepercayaan Asyraf sebagai seorang Paskibraka. “Tidak semua orang men¬dapatkan kesempatan ini, jadi saya sangat bangga menjadi salah satu orang yang mendapatkan kesempatan itu dan bangga menjadi kebanggan orang tua,” tutur Asyraf.

Athirah menjadi Perintis Video Pembelajaran

E-mail Print PDF

video model pembelajaran ini mengangkat topik sum¬ber sejarah dengan materi pokok mengenal situs-situs sejarah yang ada di Sulawe¬si Selatan.

Video model pembelajaran yang dibuat menggunakan model pembelaja¬ran Discovery Learning. Metode Discovery Learning atau metode penemuan merupakan komponen dari praktik pen¬didikan yang meliputi metode mengajar yang memacukan cara belajar aktif, berorientasi pada proses, mengarahkan sendiri, mencari sendiri, dan reflektif.

Pengambilan gambar dilakukan di dua tempat, yakni Benteng Rotterdam dan Goa Leang-leang. Tempat pengambilan gambar di benteng Rotterdam yakni di area bahari (perahu pinishi, lepa-lepa, dan kora-kora), area peralatan pertanian tradisional (lesung, sabit, rakkala, dan cangkul), dan area perlengkapan perang (meriam, baju perang dan amunisi). Sedangkan, di Goa Leang-Leang siswa mengunjungi Leang Pettakere, Leang Pettae, dan Museum leang-leang.

Pada lokasi Goa leang-leang Siswa menemukan jejak manusia prasejarah contohnya lukisan di dinding-dinding goa berupa lukisan tapak tangan, lukisan ikan, babi rusa, kjokomendenger dan peralatan dari batu.

Proses pembuatan video pembelaja¬ran ini didampingi langsung oleh Dr. Ir. Eko Wardiono (Kasi Pembelajaran Dik¬dasmen), Lily (Seksi Pembelajaran Didas¬men), Abd. Madjid (Pustekom).

Kru yang Terlibat

Kadiv Humas SIA (Muthmainnah, S.Pd.,M.Pd)Kepala Sekolah (Dra. Hj. Farida, M.Pd.) Wakil Kepala Sekolah (Dra. Hj. Sri Suwanti, M.Pd., Tawakkal Kahar, S.Pd., M.Pd & Bahar Mattaliu, S.E) Guru Model (Hadiwijaya Hadi) Guru Pendamping (Ardi,S.Pd., Zulkifli, S.Pd., Prusdianto, S.Pd.,) Konsumsi (Ary Ayu Astuty, S.Pd & Titi, S.Pd.) Penulis dan Pengembang Naskah ( Hadiwijaya Hadi, S.Kom) Produksi ( Dedi, S.Kom) Properti (A.Takdir, S.Hi) Editing (Reza) Kameramen (Tica) Perlengkapan (Syarif & Irfan) Siswa (30 siswa)

Afiffah Sabet Runner-up

E-mail Print PDF

English Speech Competition

SMA Islam Athirah Kajaolaliddo kembali meraih hasil baik pada ajang English Speech Competition tingkat Sulselbar. Kegiatan diselenggarakan oleh Fakultas Sastra Bahasa Inggris Universitas Hasanuddin. English Speech Competition kali ini diikuti oleh 34 sekolah di Sulawesi Selatan dan Barat. SMA Islam Athirah Kajaolaliddo mengutus Afiffah Ummul Khaer. Di tengah ketatnya persaingan, alhamdulillah Afiffah mampu meraih juara 2

Ilmu Berharga dari Panrita Lopi

E-mail Print PDF


Fieldtrip SMA Islam Athirah Kajaolaliddo ke Kabupaten Bulukumba pada 20-22 Februari 2015 berakhir penuh kesan. Total 106 siswa yang ikut, membawa pulang ilmu berharga dari Panrita Lopi--sebutan Bulukumba. Rombongan yang mengendarai empat bus mengawali perjalanan di pantai “pasir putih” Bira.. Di sana,  rombongan siswa dibagi dua, yaitu X MIA dan X IIS. Siswa X MIA mengamati ekosistem di pantai, sementara siswa X IIS melakukan reportase.

Beberapa siswa berperan sebagai kameraman, pembawa berita, dan reporter. Hasil rekaman mereka bakal diolah lagi menjadi berita setiba di Makassar. Cukup di Bira, rombongan kemudian berkunjung ke makam Dato Tiro di Bontotiro. Di Bontotiro, rombongan mendengarkan dengan seksama penjelasan tentang perjuangan Dato Tiro dalam menyebarkan agama Islam.

Perjalanan lalu dilanjutkan menuju lokasi utama, yaitu wilayah Kajang, Tanatoa, yang ditempuh sekitar dua jam lebih dari Bontotiro. Sebelum memasuki Kajang dalam, rombongan terlebih dahulu melapor ke Kepala Desa Kajang luar yang merupakan salah satu syarat untuk memasuki wilayah Kajang dalam. Karena jalur masuk ke Kajang dalam agak sempit, hanya bisa dilewati dua bus, akhirnya rombongan dibagi menjadi dua.

Sebelum memasuki wilayah Kajang dalam, peserta kembali diberikan arahan oleh guru pendamping. Salah satu syarat utama untuk masuk ke wilayah tersebut adalah menggunakan pakaian hitam.
Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki selama lima belas menit untuk sampai di kediaman Am-matoa, Kepala Suku Kajang dalam. Setiba di kediaman Ammatoa, peserta yang terbagi menjadi dua, yaitu kelompok IIS dan kelompok MIA, secara bergiliran melakukan tanya jawab dengan Am-matoa

Page 1 of 11

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »