Kegiatan

on 25 Juli 2021
  • Kegiatan
  • SMP Boarding School Bone

Penerimaan siswa baru tahun 2021 telah usai. Hiruk pikuk Welcoming Day Asrama pada hari Minggu (25/7) menyajikan banyak drama kesedihan dan suasana haru orang tua dan siswa baru. Dibalik suksesnya gelaran tahunan tersebut apresiasi patut diberikan kepada segenap panitia yang telah berusaha keras siang dan malam menyambut siswa baru dan para pengantarnya.

Selain Pimpinan, Guru, Karyawan, Satgas Athirah Bone, Pembina Asrama yang luar biasa mendesain penerimaan siswa dengan protokol kesehatan yang ketat, di balik itu semua ada juga kerja keras seluruh siswa SMP-SMA Islam Athirah Bone di bawah koordinasi organisasi intra sekolahnya.

Alur kedatangan siswa baru hingga kepulangan pengantarnya berjalan sebagaimana yang diharapkan. Sejak kendaaraan mendekati pintu gerbang, sudah ada siswa yang bertugas memeriksa suhu para penumpang di dalam kendaraan. Setelah itu beberapa siswa laki-laki bertugas mengarahkan parkir kendaraan yang datang dan yang akan keluar. Selepas itu ada panitia dari siswa yang menjemput siswa baru untuk diantarkan ke lokasi swab antigen sementara pengantar diminta tetap di kendaraan menunggu hasil tes swab .

Tidak berhenti sampai di situ, demi menjaga sterilisasi asrama putra dan putri, siswa yang bertugas mengantarkan barang siswa segera menjemput barang-barang di kendaraan untuk diantarkan ke asrama mengiringi siswa baru.

Lalu di asrama beberapa siswa bertugas menyambut dengan kembali mengidentifikasi nama siswa pada daftar hadir dan memberikan welcoming Food and Drink, sampai kemudian siswa baru dipandu ke kamar penempatannya di asrama.

Semua keterlaksanaan alur tersebut terjadi karena tertanamnya etos kerja yang tinggi pada seluruh siswa SMP maupun SMA Islam Athirah Bone. Guru hanya menjadi pendamping yang mengarahkan dengan sesekali menegur bila standar yang telah ditetapkan abai dilaksanakan.

Semuanya tidak terjadi secara instan tetapi telah didesain dalam sistem yang telah jauh hari dilaksanakan hingga akhirnya mengakar dan membudaya di sekolah. Tidak hanya pada satu kegiatan, tetapi pada semua kegiatan yang ada di sekolah.

Siswa di organisasi intranya telah terlatih memanajemen kegiatan sebagaimana event organizer, dan melaksanakan pekerjaannya bak professional yang mencintai tugas yang diamanahkan.

Semuanya dilaksanakan berdasarkan kesadaran untuk membantu dan membangun budaya etos kerja yang kuat di sekolah. Sebuah karakter positif yang akan sangat berguna kelak di kehidupannya di tengah-tengah masyarakat. Nurholis_Tim Athirah Web (@nurholismuh)