Berita

on 30 Juli 2021
  • Berita
  • SMA Kajaolalido

SMA Islam Athirah 1 Makassar yang terpilih sebagai salah satu pelaksana Program Sekolah Penggerak mengawali proses pembelajaran bagi siswa kelas X di bulan Juli 2021. Untuk wilayah Provinsi Sulawesi Selatan ada 16 SMA yang lolos dari 382 SMA se-Indonesia pelaksana Program Sekolah Penggerak.

Wakasek Kurikulum SMA Islam Athirah 1 Makassar, B.J. Gunawan, S.Pd., M.Pd. menyampaikan kondisi awal PBM dalam penerapan Kurikulum Sekolah Penggerak.

“Dari sisi kurikulum belum terbaca kendala di standar prosesnya. Hanya persiapan seperti modul ajar asesmen doagnostik yang sementara masih berlangsung,” ujarnya, Jum'at (30/07/2021).

Mengawali pembelajaran di kelas X awal bulan Juli ini beberapa pendapat dikemukakan oleh para guru maupun siswa terkait arah perubahan pembelajaran dari Kurikulum 2013 ke Kurikulum Sekolah Penggerak.

Ary Ayu Astuty, S.Pd. salah satu guru mata pelajaran IPA Terpadu (Kimia) di kelas X menyampaikan dalam pelaksanaan PBM untuk IPA terpadu di semester ganjil ini akan ada proyek dan diupayakan semua mapel bisa bergabung dalam proyek tersebut.

Dari perwakilan Wali Kelas (Walas), Isnada Nasrullah, S.Pd. (Walas X.1 Al-Awwal) yang dihubungi melalui WhatsApp mengemukakan pendapatnya mengenai beberapa perubahan terkait peraturan kelas.

“Untuk kurikulum baru ini lebih mengutamakan kebebasan anak dalam belajar. Kalau dulu segala peraturan kelas dibuat oleh guru kemudian disampaikan ke siswa untuk dilaksanakan. Untuk saat ini yang dibuat adalah kesepakatan kelas, yaitu walas dan anak wali saling berdiskusi untuk melahirkan kesepakatan yang kemudian dipatuhi bersama,” ujar Isnada yang akrab disapa Bu Nada.

Bu Nada juga menambahkan dalam hal penentuan jurusan di kelas XI, beberapa siswa yang bertanya mengenai penjurusan diberikan penjelasan dan pemahaman bahwa di kelas X terlebih dahulu adalah pengenalan bakat dan penjurusan di SMA tersebut adalah dasar untuk memilih jurusan yang tepat nantinya di perguruan tinggi.  

Walas X.4 Al-Azhiim, Jumarni, S.Pd. Gr. juga menyampaikan beberapa hal terkait peran penting walas dalam Kurikulum Sekolah Penggerak ini.

“Dalam kurikulum baru ini, walas memiliki peran yang sangat penting dalam mengarahkan dan mendorong anak walinya dalam mengenal diri sendiri (mengetahui kemampuan dan kebutuhan diri dalam belajar). Selain itu walas juga berperan penting dalam menanamkan karakter positif. Sehingga walas perlu meningkatkan intensitas komunikasi dengan anak walinya. Di masa pandemi ini, komunikasi yang lebih sering digunakan adalah secara virtual. Tujuan jangka pendek dari peran penting walas tersebut adalah agar anak mampu mengetahui jurusan yang akan diambil kelak di kelas XI,” ucapnya.  

Beberapa siswa kelas X yang dimintai tanggapannya memberikan respon positif terkait penentuan jurusan yang akan dilaksanakan di kelas XI.

“Penjurusan IPA/IPS di kelas XI bertujuan agar lebih mempermudah untuk masuk ke fakultas yang diinginkan di universitas pilihan siswa dan mempermantap pelajaran di jurusan tersebut. Tujuan lainnya adalah agar di kelas X pemahaman kita terhadap semua pelajaran lebih matang lagi dan tidak labil nantinya dalam memilih jurusan,” kata Alyqah Batari Maharani  dari kelas X.4 Al-Azhiim.

“Menurut saya, penjurusan di kelas XI bagus supaya lebih mantap dalam menentukan pilihan untuk kuliah nanti. Jadi selama setahun ini ada waktu untuk melihat kemampuan diri dan juga berdiskusi dengan keluarga (ortu),” ujar Keihan Pradika Muzaki dari kelas X.4 Al-Azhiim.

“Menurut saya, bagus penjurusan di kelas XI karena kita bisa tahu dengan betul ke mana minat dan bakat kita. Di kelas X bisa dijadikan pengenalan tentang kemampuanta dan lebih tepat memilih langkah untuk kuliah di jurusan apa. Karena jangan sampai memilih IPA sejak awal tapi ternyata bakatnya ada di IPS dan berakhir pindah jurusan saat di perguruan tinggi,” ucap Muh. Rif’an Walid Rahman dari kelas X.4 Al-Azhiim.

 

Penulis: Yusminiwati (Tim Humas SMA Islam Athirah 1 Makassar)