Kegiatan

on 31 Juli 2021
  • Kegiatan
  • SMA Boarding School Bone


Memasuki tahun ajaran baru 2021/2022, SMA Islam Athirah menggelar Webinar dan Talk Show bertajuk “Identify Your Goals, Define Your Future”. Diadakan via daring pada Selasa (27/7) lalu, webinar ini digelar dalam rangka open mind terkait penjurusan terkhusus kepada siswa kelas X yang baru saja bergabung di SMA Islam Athirah Bone.

Webinar dan Talk Show kali ini memang diperuntukkan bagi siswa kelas X agar mereka lebih terbuka dalam memilih jurusan. Selama ini, kebanyakan memilih jurusan didasarkan pada gengsi, bukan pada potensi dan proyeksi ke depan, terutama saat memasuki perkuliahan nanti” ungkap A. Reski Citra Rahmayani, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah SMA Islam Athirah Bone Bidang Kurikulum ini.

Pihak SMA Islam Athirah Bone menghadirkan Hasriwiani Habo Abbas, S.Km., M.Kes., Ph.D, salah seorang dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia, sebagai pemateri pada webinar tersebut. Beliau menyatakan bahwa jurusan apapun, baik IPA maupun IPS memiliki kesempatan yang sama dalam mendapatkan pekerjaan. Olehnya itu, beliau berpesan agar betul-betul memetakan potensi bakat dan passion yang dimiliki serta kaitkan dengan cita-cita. “Pikirkan matang-matang (jurusan yang dipilih). Hati-hati terjebak dengan hobi. Kemudian jika punya sosok yang jadi panutan, ini bisa jadi motivasi untuk menjadi seperti beliau.” imbuh orangtua dar Imam Fatih Al Fathanah, salah satu siswa SMA Islam Athirah Bone ini.

Pada sesi Talk Show, Yusril Nurhidayat, salah satu alumni SMP dan SMA Islam Athirah Bone diundang untuk berbagi pengalaman kepada siswa kelas X terkait pemilihan jurusan ketika mahasiswa New York University of Abu Dhabi ini masih berada di bangku SMA.

Awalnya memang sempat ragu memilih jurusan. Karena sejak SD sampai SMP suka sekali dengan IPA, terutama Biologi. Waktu masih SMP juga ikut ekstrakurikuler Matematika dan Biologi, tapi tiap ikut lomba belum pernah menang. Pas kelas IX, saya memberanikan diri mengikuti seleksi Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten Bidsng IPS Terpadu Alhamdulillah lolos sampai nasional. Nah, dari sini saya mulai bimbang. MAu milih IPS atau IPA, ya. Beberapa guru di SMA sudah arahkan ke IPS, tapi tetap kekeuh lanjut di IPA saja. Ehh ujung-ujungnya, pas kuliah ambil jurusan Public Policy yang memang IPS banget. Di perkuliahan baru sadar, memang bakat saya di IPS. Nyesel? Ada laahh rasa seperti itu. Makanya, adik-adik betul-betul pikirkan matang-matang jurusan yang akan dipilih.” jelas alumni yang pernah mengikuti pertukaran pelajar di Amerika Serikat ini.

Di Indonesia, jurusan IPS selalu dianggap sebagai jurusan yang tidak keren. Anak IPA dianggap sebagai anak-anak yang cerdas dibanding anak-anak IPS. Sebaliknya di Eropa, anak IPS dianggap lebih cerdas karena di jurusan ini, isu-isu dan teorinya berkembang hampir tiap tahun, daya nalar lebih kritis menanggapi perubahan-perubahan.” tambah pria kelahiran Makassar ini.

Pada sesi QnA, beberapa siswa diberi kesempatan mengajukan pertanyaan dan ditanggapi sangat antusias oleh kedua pemateri. Siti Sofiyyah Isra Amri, siswa kelas XI IPA Al Hasiib, selaku MC pun membacakan resume dari webinar dan Talk Show kali ini sebagai penutup rangkaian acara. (Eva Rukmana-SMA Islam Athirah Bone)