Kegiatan

on 30 September 2021
  • Kegiatan
  • TK Bukit Baruga

TK Islam Athirah kembali melaksanakan kegiatan pengembangan guru pada hari Kamis, 30/09/2021. Kegiatan MGPM ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap bulannya.

Kondisi pandemi covid-19 tidak menyurutkan semangat belajar para guru untuk tetap melakukan improvment bidang keilmuan yang mereka miliki, sehingga pelatihan tetap berjalan meskipun melalui aplikasi zoom meet yang dihadiri oleh semua guru TK Islam Athirah 1 dan 2 berjumlah 27 peserta.

Kegiatan pelatihan dimulai dengan membaca surah Al Fatihah dipandu oleh Syaleha, S.Pd. Selaku MC dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an sekaligus doa oleh Sriwati, S.Pd.

Kepala TK Islam Athirah 2 Rahmawati, S.Pd. memberikan motivasi dan beberapa info dalam sambutannya. Ia menghimbau kepada semua guru untuk semangat dalam memperbaiki diri dan selalu berusaha menjadi lebih baik dalam memberikan layanan pembelajaran kepada anak, salah satunya dengan mengikuti pelatihan pada hari ini serta menginfokan beberapa rencana pelatihan yang dapat dijadikan wadah bagi semua guru untuk mengupgrade diri.

Pada kegiatan kali ini, TK Islam Athirah memilih guru internal TK yang telah mengikuti pelatihan mengenai Pembelajaran STEAM dan Media Loose Part menjadi pemateri agar dapat membagi ilmu yang mereka dapatkan saat pelatihan kepada semua guru.

Materi pertama dibawakan oleh Rosmawati. B, S.Psi mengenai Pembelajaran STEAM. Ia memotivasi semua guru untuk mengubah mindset menjadi guru yang inovatif dalam menciptakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan.

“Di abad 21, kita harus mengubah mindset kita agar bisa mengikuti perkembangan teknologi 4.0 yang tentunya menuntut kita agar bisa menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif, kreatif dan menyenangkan bagi anak” jelasnya membawakan materi pertama.

Materi kedua dibawakan oleh Sri Rosa Handayani, S.Ag, M.Pd. mengenai media loose part. Ia menyampaikan bahwa media loose part merupakan perwujudan dari pembelajaran STEAM.

“Penggunaan media loose part ini merupakan perwujudan dari pembelajaran berbasis STEAM yang dapat mengembangkan 4 unsur dalam perkembangan anak yang biasa disebut 4C yakni commucation, collaboration, critical thinking dan creativity” jelasnya membawakan materi kedua.

Di akhir materi semua guru ditugaskan membuat kreativitas dari alat dan bahan bekas yang sudah disiapakan di rumah masing-masing.

Semua guru dengan antusias membuat karya sesuai imajinasi masing-masing. Ada yang membuat boneka, baju, tas, mobil-mobilan, ulat dan berbagai kreativitas lainnya.

Citizen Reporter : Sri Rawanti