Kegiatan

on 21 Mei 2022
  • Kegiatan
  • SMA Bukit Baruga

Makassar- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan platform Rapor Pendidikan Indonesia. Program yang termasuk dalam kebijakan Merdeka Belajar berfungsi sebagai bahan refleksi dan identifikasi persoalan di setiap satuan pendidikan .


Rapor pendidikan SMA Islam Athirah Bukit Baruga yang telah dirilis menujukkan nilai literasi dan numerasi diatas rata rata nasional bahkan untuk Profil Pelajar pancasila mendapatkan predikat telah membudaya. 


Hal ini diungkapkan oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum SMA Islam Athirah Bukit Bauga Dr.  Bakry Liwang. 


"Hasil Rapor Pendidikan yang telah dirilis oleh kementerian pendidikan membuat kami sangat bersyukur karena nilai kemampuan literasi dan numerasi  yang diperoleh telah mencapai diatasi kompetensi minimum, capaian SMA Islam Athirah Bukit Baruga diatas rata-rata nasional," ujarnya,  Sabtu (21/5/2022).


Lebih lanjut dia menjelaskan untuk survey karakter tergambarkan bahwa karakter profil pelajar Pancasila  telah membudaya. 


"karakter profil pelajar pancasila yang didalamnya ada keimanan dan ketakwaan, gotong royong , kreativitas, berfikir kritis, kebhinekaan global dan kemandirian telah membudaya di SMA Islam Athirah Bukit baruga,"jelasnya. 


Hasil rapor pendidikan tahun 2022 tersebut menjadi acuan buat sekolah yang terletak di jalan bukit baruga itu untuk meningkatkan lebih baik lagi.


"Kami menyadari bahwa nilai rapor pendidikan tahun 2022 ini menjadi baseline atau nilai dasar sehingga ini merupakan tantangan dan sebagai  upaya perbaikan terus menerus untuk nilai rapor pendidikan bisa semakin optimal,"tutupnya. 


Diketahui,  berdasarkan data yang diterima dari Rapor Pendidikan SMA Islam Athirah Bukit Baruga menunjukkan kemampuan  Literasi 

Siswa berada diangka 2.33 sementara nilai rata rata nasional berada di angka 2.03.


Sedangkan untuk kemampuan numerasi siswa mendapatkan nilai 1.96 sementara nilai rata rata nasional untuk numerasi diangka 1.86.


Penulis : Muhammad Syafitra