Kegiatan

on 05 September 2019
  • Kegiatan
  • TK Bukit Baruga
Peringatan HUT RI ke 74 kali ini turut dimeriahkan oleh TK Islam Athirah 2 yang disambut antusias oleh semua warga TK Islam Athirah 2 .
Hal ini menunjukkan bahwa semangat nasionalisme TK Islam Athirah 2 pantas diacungi jempol.

Spesialnya perayaan ulang tahun RI kali ini karena juga dibarengi dengan agenda tahunan sekolah kami yaitu perayaan Idul Qurban sehingga acaranya dirangkaikan dengan makan bersama yang menambah semaraknya acara. Dan yang tak kalah serunya, acara ini  juga melibatkan orang tua anak didik dalam berbagai lomba-lomba yang pastinya akan sangat disenangi. 

Satu minggu menjelang perayaan HUT RI ke-74, masing-masing kelompok setiap kelas sudah melakukan berbagai persiapan yang bertemakan “Semarak Merah Putih”. Mulai dari mendekorasi depan kelas hingga menyiapkan pernak-pernik persiapan lomba demi menyambut hari bahagia yang akan dirayakan oleh seluruh warga Indonesia.

Berhubung HUT RI yang ke 74 jatuh pada hari Sabtu yang merupakan hari libur sekolah dan hari sebelumnya yaitu Senin-Selasa merupakan libur hari tasyrik Idul Adha dan Rabu adalah agenda berqurban, maka kami memutuskan untuk mengadakan puncak lomba selama 2 hari saja yakni hari kamis dan jumat tanggal 15 -16 Agustus 2019. Selama 2 hari itu kami  memakai pakaian dengan nuansa merah putih. Anak-anak terlihat sangat gagah berani dengan pakaian merah putih mereka. Orang tua dan ummi-ummi (sebutan guru-guru TK Islam Athirah 2) juga tak kalah kerennya dengan balutan seragam merah putihnya.

Hari pertama kami mengadakan 3 lomba yakni lomba estafet bola ping-pong, lomba estafet bola besar dan lomba joget balon. Lomba pertama yaitu lomba estafet bola ping-pong yang melibatkan semua anak didik kelompok KB,  A dan B yang melatih kekompakan antara anak. Karena lomba ini menuntut anak untuk bisa bekerjasama membawa bola ping-pong menggunakan sendok dengan semua tingkatan umur bukan hanya teman sebayanya. Nah, yang membuat seru lomba ini adalah anak kelompok KB yang masih sangat polos dan menggemaskan. Ada yang menangis tidak mau ikut lomba,  ada yang malu-malu bergerak mengambil bola, ada yang malah memegang bolanya supaya tidak jatuh dari sendok dan masih banyak lagi tingkah lucu mereka yang membuat kakak-kakak mereka kalah dan terdiskualifikasi dari lomba. Namun hal tersebut tak urung membuat kakak-kakak nya marah, justru membuat semua yang melihatnya tertawa karena gemas.

Lomba kedua tidak kalah seru karena melibatkan orang tua anak didik. Anak dan orang tua duduk berbaris memindahkan bola besar diatas kepala hingga garis finish. Lomba ini melatih kekompakan anak dan orang tuanya. 

Dan lomba yang ketiga membuat siapapun tertawa melihatnya. Bagaimana tidak, orang tua dan anak saling berpegangan tangan menahan sebuah balon diantara badan mereka agar tidak jatuh sambil bergoyang mengikuti alunan musik. Jika musik berhenti mereka ikut berhenti dan jika musik kembali mengalun maka mereka bergoyang kembali. 

Hari kedua tak kalah serunya dengan hari pertama. Kami mengawalinya dengan pawai berjalan berkeliling disekitar lingkungan sekolah. Anak-anak dan ummi-ummi berjalan dengan tertib sambil membawa bendera dengan meneriakkan yel-yel dan bernyanyi lagu-lagu kemerdekaan.

Dihari kedua ini kami juga mengadakan 3 lomba yaitu, lomba menancap bendera, lomba jejak pola dan lomba panjat pinang.

Antusiasme anak-anak benar-benar diluar dugaan. Meskipun telah berjalan berkeliling yang menguras tenaga, mereka tetap semangat berlari 3 kali bolak-balik menancap bendera demi meraih kemenangan. Yang menambah semangat mereka adalah sorak-sorai teman-teman mereka yang memberi dukungan memanggil nama jagoan mereka masing-masing. 

Tak sampai disitu, anak-anak berlanjut ke lomba berikutnya yaitu lomba jejak pola yang melibatkan orang tua mereka. Mereka bekerja sama mengikuti pola garis yang ada dilantai sambil berpegangan tangan tanpa terlepas dan keluar dari garis kemudian berpelukan digaris finish. Para orang tua pun tak mau kalah semangat dengan anak-anak mereka. Orang tua berlomba menggajak anak-anaknya masuk ke arena main. Senyum sumringah diwajah mereka sungguh pemandangan yang indah untuk diabadikan. 

Nah, inilah yang paling ditunggu-tunggu yakni lomba panjat pinang. Lomba ini tidak seperti lomba panjat pinang pada umumnya. Lomba ini telah dimodifikasi sehingga aman bagi anak usia dini. Berbagai hadiah bergelantungan membuat anak-anak tak sabar untuk memanjat mengambil hadiah. Semua anak mendapat kesempatan mendapatkan hadiah dan setiap anak berhak mendapatkan 1 hadiah. Hal ini mengajarkan anak untuk menahan ego, memberi kesempatan kepada teman lain, menaati aturan, perjuangan dan sportivitas. 

Alhamdulillah, peringatan HUT RI ke 74 ini berjalan dengan lancar dan penuh kegembiraan. Wajah bahagia anak-anak sungguh menyejukkan hati. Para pahlawan yang telah memperjuangkan NKRI ini tentu ikut berbahagia melihat kegembiraan anak cucunya menikmati kemerdekaan ini. Anak cucu mereka telah merdeka untuk bisa bebas bermain, belajar dan bersekolah. Semoga kemerdekaan ini hingga selamanya. Tetap merdeka dan jaya negeriku.