Kegiatan

on 15 September 2017
  • Kegiatan
  • TK Bukit Baruga

Derita muslim Rohingya yang mengalami diskriminasi oleh penguasa Myanmar mendapat perhatian oleh banyak pihak terutama di Makassar.

Sekolah Islam Athirah juga terpanggil untuk melakukan aksi solidaritas. Baru – baru ini Senin (11/9/17) Sekolah Islam Athirah menggelar dzikir dan doa bersama. Acara ini digelar serentak di seluruh unit baik di Kajaolaliddo, Baruga maupun Bone dan diikuti oleh seluruh siswa, guru maupun karyawan dari Sekolah Islam Athirah.

Siswa TK Islam Athirah 2 pun tak ingin ketinggalan. Mereka tampil memukau di acara pembukaan dzikir dan doa tersebut. Satu per satu naik ke atas panggung saat musik pembuka dilantunkan. Dengan lantang mereka menghafalkan surah Al Bayyinah menggunakan metode Kaisa. “Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk)  ke neraka Jahannam; mereka keka didalamnya. Mereka itulah seburuk-buruk makhluk. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih mereka itu adalah sebaik-baik makhluk (Al Bayyinah 98 : 6-7). Kepala Sekolah TK Islam Athirah 2, Ibu Kartia Amriani mengungkapkan, “Aksi ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kita terhadap saudara-saudara kita di Rohingya. Ini bertujuan untuk membentuk kepedulian anak sejak dini atas tragedi yang menimpa mereka”.

Direktur Sekolah Islam Athirah, Ir. Syamril, M.Pd. mengatakan dalam kandungan surah Al Maidah ayat 56 manusia itu sangat berharga. Barang siapa yang membunuh satu jiwa maka dia telah membunuh seluruhnya. Barang siapa yang menyelamatkan satu jiwa maka kita telah menyelamatkan semuanya. 

Alhamdulillah berkat infak harta terbaik dai seluruh warga Sekolah Islam Athirah  maka terkumpul donasi sekitar 235 juta. Donasi yang terkumpul kemudian langsung disalurkan melalui lembaga dompet dhuafa. Semoga dengan aksi ini kita dapat meringankan beban dan penderitaan saudara-saudara kita di Rohingya dan tentunya mengajarkan kita menjadi golongan yang senantiasa bersyukur. (yanti)