True Happiness

Author :

Pada hari Sabtu 30 September 2023 saya  mengikuti Seminar Nasional di Yogyakarta sebagai rangkaian acara Jambore Talents Mapping. Tema makalah yang diangkat Prof. Kasturi dari UNS yaitu tentang Memaknai Hidup Sarana Meraih Kebahagiaan. Kajian yang menarik dari tema di atas yaitu tentang kebahagiaan sejati atau true happiness. 

Sebelum ke sana perlu dipahami dulu apa itu bahagia? Apakah bahagia jika hidup tidak ada masalah? Selalu berhasil dalam mencapai keinginan? Segala kebutuhan terpenuhi? Ternyata itu bukan bahagia sejati. Bukan true happiness. Itu baru pleasant life atau hidup yang menyenangkan. Tidak semua yang hidupnya menyenangkan pasti bahagia. Buktinya banyak orang yang kaya, semua keinginan bisa dipenuhi. Tapi merasakan hidup yang hampa. Akhirnya ada yang bunuh diri.

Dari kondisi di atas muncul istilah bahagia yang palsu atau pseudo happiness. Biasa juga disebut hedonic happiness. Kebahagiaan diberi arti sebagai mengalami lebih banyak kenikmatan (experiencing more pleasure) dan sedikit rasa sakit (less pain); yang terdiri atas komponen affective (positive affect tinggi dan negative affect rendah) dan komponen kognitif (kepuasan dengan kehidupan).

Istilah hedonic sering dilekatkan pada gaya hidup hedonis yaitu senang berhura-hura, pesta, bersenang-senang. Kebahagiaan hedonic ini superfisial, hanya sekejap. Tercapai ketika memperoleh kenikmatan badani. Bersifat subjektif. Sumber di luar diri sehingga tergantung ketersediaan sumber. Untuk mendapatkannya harus berusaha mencarinya. Tujuan pada tercapainya kesenangan.

Contoh hedonic happiness yaitu bahagia karena materi. Bisa berupa barang, uang atau sejenisnya. Karyawan senang karena naik gaji, mendapatkan bonus dan hadiah. Berapa lama senangnya? Tidak akan lama. Sebelum bonusnya habis bisa jadi sudah hilang bahagianya. 

Contoh lain yaitu bahagia karena pengakuan atau rekognisi. Bahagia karena mendapatkan penghargaan. Meraih juara. Itu juga tidak akan lama. Juga bahagia karena rekreasi. Berlibur menikmati alam, jalan-jalan ke luar negeri dan lainnya. Bahagia selama perjalanan. Setelah itu kembali ke kondisi semula.

Dalam kehidupan sehari-hari jenis bahagia inilah yang banyak mendominasi hidup manusia. Akibatnya kehidupan manusia terjebak pada materialisme dan sejenisnya.  Para leader atau manajer juga dominan memotivasi karyawan melalui sisi materi, rekognisi dan rekreasi. Padahal itu hanya sesaat dan tidak akan bertahan lama.

Kita perlu mencari kebahagiaan sejati  (true or eudaminic happiness). Apa itu? Kebahagiaan sejati adalah hasil dari pencarian dan pencapaian life purpose, meaning, challenge, dan personal growth. Bahagia dicapai jika seseorang telah mencapai full potential dan bekerja dalam fungsi yang terbaik (full functioning).

Kebahagiaan sejati lebih mengakar, tidak sekadar senang. Lahir  dari penggalian makna akan sesuatu. Bersifat objektif. Sumber dari dalam diri sehingga ia tergantung pada kemampuan mengolah diri. Untuk mendapatkannya dengan memberi makna atau arti pada segala aktivitas diri. Tujuan pada tercapainya kebaikan diri.

Sumber dari kebahagiaan sejati adalah stimulation dan meaning. Stimulasi berupa tantangan dan kesempatan untuk mencoba, berkreasi dan berkarya yang merupakan aktualisasi diri. Lalu semuanya didorong oleh motivasi menjalani hidup yang bermanfaat bagi sesama sehingga merasakan hidup yang berarti atau bermakna (meaningful life). 

Memaknai hidup artinya hidup bukan semata untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain dan alam semesta. Hidup sebagai tugas dari Allah untuk mensyukuri segala nikmat dan potensi. Caranya gunakan untuk kebaikan, kebenaran dan keindahan. Gunakan untuk hal-hal yang dapat membuat dunia menjadi lebih baik.

Agar dapat meraih kebahagiaan sejati maka pemimpin dan manajer perlu membangun motivasi bukan semata yang bersifat materi. Tapi juga makna atau arti. Itu terkait dengan visi, misi dan nilai-nilai organisasi. Oleh karena itu sosialisasi, internalisasi, dan aktivasi visi, misi dan nilai-nilai organisasi harus selalu dilakukan. Selamat mencoba.

Previous PostHikmah Maulid Nabi
Next PostSemoga OTT Terakhir
ARSIP MESSAGE OF THE DIRECTOR