Kompetensi Pemimpin

Menurut Achievement Consulting Jakarta, ada 4 kelompok kompetensi yang harus dimiliki oleh pemimpin yaitu manage oneself, manage task, manage people dan thinking ability. Manage oneself yaitu kemampuan mengelola diri sendiri. Ada beberapa kompetensi pada bagian ini yaitu integrity, mengelola emosi, dan driving performance.
Integrity terkait dengan komitmen maksimal terhadap organisasi dan tugas melalui sikap disiplin, jujur, dapat dipercaya, taat terhadap nilai-nilai dan aturan, konsisten dan menjadi contoh dalam berperilaku. Integrity juga terkait kesesuaian dan kesucian pikiran, perkataan dan perbuatan.
Mengelola emosi terkait dengan kemampuan mengenali emosi diri, memahami pengaruhnya terhadap diri sendiri, mengelola emosi secara sehat, dan beradaptasi terhadap perubahan kondisi yang di luar prediksi. Juga memotivasi diri sendiri dan berempati kepada orang lain. Driving performance terkait dengan dorongan yang kuat untuk meraih hasil maksimal dan terbaik dalam segala pekerjaan.
Kelompok kompetensi kedua yaitu manage task atau mengelola tugas. Bagi level staff hal ini terkait dengan kemampuan menjalankan tugas sesuai karakteristik dan spesifikasi pekerjaan. Biasa disebut juga kompetensi teknis. Bagi level leader maka dibutuhkan kompetensi problem solving, decision making, dan stakeholder management.
Mengelola tugas pasti selalu menghadapi masalah sehingga dibutuhkan kemampuan problem solving. Pemimpin harus mengambil keputusan terkait pemecahan masalah dan kebijakan sehingga butuh kemampuan decision making. Dalam menjalankan tugas pemimpin akan berinteraksi dengan berbagai pihak sehingga butuh kemampuan stakeholder management.
Kelompok kompetensi ketiga yaitu manage people atau mengelola tim. Ada beberapa kompetensi yaitu komunikasi, team building, dan developing others. Pemimpin harus mampu berkomunikasi secara efektif, baik verbal maupun non verbal, internal maupun eksternal. Mampu menyampaikan gagasan, negosiasi dan menginspirasi tim dengan baik.
Pemimpin bekerja bersama orang lain sehingga harus mampu mendorong kontribusi anggota kelompok, mengatasi perbedaan kepentingan antar anggota, dan membangun kelompok yang efektif. Pemimpin juga bertugas mengembangkan timnya agar mampu menjalankan tugas dan siap menjadi leader di masa datang sehingga butuh kompetensi developing others.
Kelompok kompetensi keempat yaitu thinking ability. Terdiri atas kompetensi analytical thinking, strategic thinking dan learning agility. Pemimpin harus mampu berpikir secara analitis yaitu mendalam dan detail. Memikirkan sesuatu dengan cermat dan seksama sehingga mampu menemukan solusi dan keputusan yang tepat dan cepat. Juga harus mampu berpikir strategis yaitu melihat secara garis besar dan horizon yang lebih luas, helicopter view sehingga mampu merumuskan visi masa depan dan strategi yang tepat untuk mewujudkannya.
Agar kemampuan berpikir tersebut berkembang maka dibutuhkan learning agility, kemampuan terus belajar di era perubahan. Kondisi terus berubah, pemimpin juga harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan melalui kemampuan belajar secara agile. Mempelajari hal baru, memiliki rasa ingin tahu, mampu belajar dengan cepat sehingga tidak ketinggalan zaman dan perkembangan.
Bagi yang telah menjadi pemimpin di level technical, operational, strategic.atau executive mari introspeksi diri kompetensi apa yang masih perlu diperbaiki. Bagi yang ingin jadi pemimpin di level apapun mari siapkan diri dengan baik. Bagi yang akan memilih pemimpin mari cermati seluruh kompetensi para kandidat. Semoga para pemimpin sekarang dan masa datang memiliki kemampuan manage oneself, manage task, manage people dan thinking ability yang mumpuni. Tentu disertai niat baik untuk berkontribusi dan berbakti demi kemajuan negeri.