image

Amanah

Penulis : Mardianto,SQ. (Guru Al-Qur'an SMP Islam Athirah 1 Makassar)

Amanah dalam pandangan Islam bukanlah kehormatan, melainkan mas’uliyah (tanggung jawab) dan mandat yang berarti butuh pengorbanan bukan manipulasi kesempatan. Sebab tugas adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan, baik di dunia maupun di akhirat kelak, di hadapan Allah Subhanahu wa ta’ala. Oleh karenanya setiap pemimpin ataupun pemegang amanah haruslah orang yang mempunyai 2 sifat yang telah digambarkan dalam al-Qur’an surah Yusuf ayat 55, yaitu sifat hafidzun dan ‘alim, yaitu sosok yang mampu menjaga kekayaan dan hasil bumi negara untuk kemaslahatan ummat dan bangsa.

Dalam al-Qur’an surah at-Taubah ayat 128, Allah menjelaskan tentang sifat kepempinan Rasulullah SAW yang merupakan uswah bagi setiap orang yang diembani amanah memimpin  bangsa dan negara. Allah SWT berfirman yang artinya :

“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin”.

Adapun sifat-sifat tersebut dalam ayat di atas adalah:

Yang pertama, ‘azizun ‘alaihi maa ‘anittum”, berta beban atas Rasul dari apa yang dirasakan ummatnya. Beban yang dirasakan oleh rakyat hendaknya jadi beban moral pemimpin bangsa sebagai rasa kepedulian yang mendalam terhadap berbagai permasalahan dan problematika bangsa. Ia senantiasa memikirkan nasib bangsa dan negara sebelum memikirkan diri dan kelompoknya.

Kedua, “harisun ‘alaihim”, pemimimpin yang menginginkan kebaikan bagi rakyat. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mempunyai keinginan dan tekad yang kuat untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya, bukan sebaliknya, pemimpin yang memikirkan kesejahteraan diri dan keluarga.

Ketiga, “roufur Rahim”, pemimpin yang santun dan penyayang. Sifat rahmat dan kasih sayang hendaknya diwujudkan dalam sikap dan prilaku setiap muslim, sehingga seluruh alam bisa merasakan misi keislamannya. Setiap pemimpin pada level manapun, hendaknya berprilaku rahmat dan kasih sayang, baik pernyataan maupun sikapnya.

Fenomena kekerasan, kerusuhan, keributan, baik di level elit politik maupun di level massa, sangat membutuhkan  seorang pemimpin yang mempunyai kriteria di atas. Sehingga ummat tidak terombang ambing. Kita berdoa semoga Allah tidak memberikan kepemimpinan kepada seorang yang tidak takut kepada Allah dan tidak mengasihi kita.


Editor : Hasniwati Ajis (Tim Web SMP Islam Athirah 1 Makassar)

Previous PostSMA Islam Athirah 1 Makassar Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93
Next PostKembangkan Potensi Guru, TK Islam Athirah Gelar Pelatihan IT (Informasi Teknologi)