Kegiatan


  • Kegiatan
  • /
  • SMA Boarding School Bukit Baruga
on 17 Oktober 2021
  • Kegiatan
  • SMA Boarding School Bukit Baruga

Penulis : Dwi Risma Wanti Nurlette (Petugas Dapur Asrama Putri Bukit Baruga)

Sabar adalah pilar kebahagiaan seorang hamba. Sabar itu mudah untuk di ucap namun sulit di lakukan,karena apa? Dengan kesabaran itulah seorang hamba akan terjaga dari kemaksiatan,konsisten menjalankan ketaatan dan tabah dalam menghadapi berbagai macam Cobaan.

Sahabat,pasti kita sudah sering mendengar pernyataan sekaligus pertanyaan-pertanyaan “sabar...sabar...sabar itu ada batasnya!?”

Benarkah demikian.? Rasulullah SAW bersabda “ada empat sabar yakni sabar dalam menjalankan fardhu, sabar dalam menghadapi musibah, sabar menghadapi gangguan manusia dan sabar dalam kefakiran. Sabar menjalankan fardhu adalah taufik, ketika menghadapi musibah akan mendapatkan pahala, dalam menghadapi gangguan manusia adalah cinta dan sabar dalam kefakiran adalah ridho Allah ta’ala”.

Jika menilik dari sudut pandang manusia, tentu wajar jika dikatakan sabar itu ada batasnya, karena manusia memang penuh keterbatasan. Akan tetapi, lihatlah sabar dalam sudut pandang Allah. Begitu indah, begitu dahsyat. Sehingga sudah semestinya kita meniadakan batas untuk kesabaran yang kita miliki.

Begitupun ikhlas, mudah untuk di ucap namun sulit dilakukan. Sedikit orang yang bisa ikhlas terhadap takdir yang menimpa dirinya. Banyak yang gagal mencapai keikhlasan sehingga seseorang tidak bisa menerima takdir Allah dan mulai melupakan-Nya.

 Padahal sesungguhnya menerima takdir Allah itu bagian dari keimanan. Banyak sekali hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik,jika mau menerima takdir Allah, meskipun terkadang harapan tidak seindah kenyataan. Sabar dan ikhlaslah dalam menjalani takdir apapun yang terjadi. Semua perlu latihan,semua perlu proses dalam memahami sabar dan ikhlas yang benar.

Jadi bisa di simpulkan bahwa sabarlah yang membatasi kesabaran itu sendiri. Bisa dikatakan bukanlah kesabaran jika masih mempunyai batas. Bukanlah keikhlasan jika masih merasa sakit, sabar tanpa batas, ikhlas tak berbekas.

Jadi sahabat, ikhlas dan sabar  itu mudah di ucapkan tapi susah jika dilakukan. Maka lapangkan dada untuk menerima bahwa yang lebih baik sedang menunggu di masa depan.

Semoga kita mendapat karunia kesabaran dan keikhlasan sehingga kita menjadi bagian Orang-orang yang di cukupi pahala tanpa batas. Aamiin Allahumma Aamiin.

Editor : Ners Irwan (Team Web Asrama Athirah Baruga)