Semangat Literasi di Panggung Athirah: Kala Kata-Kata Sederhana Merajut Kebersamaan
BONE — Sore itu, riuh tepuk
tangan dan gema takbir membumbung tinggi di Panggung Festival Literasi SMP
Islam Athirah Bone, Rabu (21/10/2026). Setelah empat hari dipenuhi dinamika
kompetisi, kreativitas, dan tumpah ruahnya ide, Festival Literasi Aksara 2026
akhirnya sampai pada puncaknya.
Kegiatan tahunan yang diinisiasi
oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) ini bukan sekadar ajang unjuk
kebolehan. Dengan mengusung tema “Simple Words Create Extraordinary World”,
perhelatan yang berlangsung sejak 18 Oktober tersebut menjadi bukti nyata
bagaimana deretan kata sederhana mampu menggerakkan daya pikir dan membentuk
karakter generasi muda.
Di balik panggung, ketegangan
khas kompetisi perlahan mencair berganti dengan rasa haru dan hangatnya
kebersamaan.
Hadir langsung di tengah-tengah
para siswa dan dewan guru, Kepala SMP Islam Athirah Bone, Nuraeni, S.Pd., Gr.,
memberikan pesan mendalam saat memberikan sambutan penutup. Bagi Nuraeni,
esensi dari festival ini melampaui riuk piala atau gelar pemenang.
"Apa yang telah kita lakukan
akan bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Semua siswa pada dasarnya adalah juara,
jadi hindari perpecahan hanya karena status perlombaan," tutur Nuraeni
dengan nada penuh penekanan.
Di depan ratusan pasang mata yang
menyimak tajam, ia mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah di atas
segala bentuk persaingan. Kemenangan sejati, menurutnya, adalah ketika
kebanggaan dirasakan bersama sebagai satu keluarga besar.
Nuraeni juga menyelipkan pesan
tentang kedewasaan dalam berliterasi, salah satunya dengan menghormati setiap
proses penilaian yang transparan dan objektif dari para juri.
"Selamat kepada para juara,
rasa bangga dan senang ini menjadi kebahagiaan kita bersama. Tolong percayakan
dan hargai penilaian dari dewan juri. Jika kita percaya memilih juri, berarti
kita juga harus percaya pada hasil penilaian yang diberikan," imbuhnya
disambut anggukan hangat dari para hadirin.
Saat-saat yang paling mendebarkan
pun tiba ketika panitia membacakan deretan pemenang dari 15 cabang
perlombaan—mulai dari seni berbahasa seperti Storytelling, Speech, Puisi,
hingga karya digital berupa Vlog, Poster, dan Resensi Buku.
Satu per satu perwakilan kelas
melangkah ke panggung dengan wajah berseri-seri. Namun, sorak-sorai paling
meriah pecah ketika nama pemuncak diumumkan. Berkat penampilan yang konsisten
serta pundi-pundi trofi yang diraih di berbagai kategori, Kelas Asy-Syahid
keluar sebagai Juara Umum Festival Literasi Aksara 2026.
