Formasi Baru, Tim Debat Athirah Bone Raih Juara
Dengarkan Berita
Putar isi berita dalam Bahasa Indonesia secara otomatis
Makassar — Tim debat SMA Islam Athirah Bone berhasil mengukir prestasi dengan meraih Juara 3 Hasanuddin School Debating Championship (HSDC) 2026. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Hasanuddin English Debate Society (HEDS) tersebut berlangsung di Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, pada 25–27 September 2026.
Prestasi ini terasa istimewa karena diraih oleh tim dengan komposisi yang relatif baru. Meski belum lama terbentuk, tim debat SMA Islam Athirah Bone mampu menunjukkan performa yang kompetitif dan bersaing dengan para peserta yang telah memiliki pengalaman panjang dalam berbagai ajang debat.
Dalam setiap babak, para peserta dituntut untuk menyusun argumentasi secara cepat, logis, dan sistematis. Mereka juga harus mampu merespons sanggahan lawan, mempertahankan konsistensi argumen, serta membangun kerja sama tim di tengah ketatnya persaingan.
Pembimbing tim debat SMA Islam Athirah Bone, Taufik Irham, S.Pd., Gr., menilai pencapaian tersebut sebagai hasil yang sangat membanggakan. Menurutnya, prestasi ini semakin berarti karena tim harus berhadapan dengan debater yang telah lebih berpengalaman.
“Sebagai tim dengan komposisi yang baru, ini merupakan pencapaian luar biasa. Apalagi jika melihat lawan yang mereka hadapi, semuanya merupakan pemain lama di debat, terutama tim delegasi Sulbar dalam ajang LDI Nasional,” ujar Taufik Irham.
Ia menambahkan bahwa pengalaman mengikuti HSDC 2026 menjadi kesempatan penting bagi para siswa untuk mengukur kemampuan sekaligus menemukan berbagai aspek yang masih perlu ditingkatkan.
Salah satu anggota tim, Aqueeny, juga mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut. Meski berhasil meraih posisi ketiga, ia menilai hasil itu masih menjadi bagian dari proses untuk tampil lebih baik ke depannya.
“Alhamdulillah, ini pencapaian yang patut disyukuri. Walaupun hasil yang kami dapatkan belum optimal, tapi kami mendapatkan banyak evaluasi untuk membuat tim kami lebih maksimal di kompetisi berikutnya,” ungkap Aqueeny.
Keberhasilan meraih Juara 3 menjadi bukti bahwa tim debat SMA Islam Athirah Bone mampu beradaptasi dengan cepat meski hadir dengan formasi baru. Pengalaman menghadapi debater yang lebih senior juga menjadi pembelajaran berharga dalam meningkatkan strategi, kualitas argumentasi, dan kekompakan tim.
Prestasi tersebut diharapkan menjadi modal bagi tim debat SMA Islam Athirah Bone untuk terus berkembang dan tampil lebih maksimal pada kompetisi berikutnya. Dari formasi yang baru terbentuk, mereka berhasil menunjukkan bahwa kerja sama, keberanian, dan kemauan untuk terus belajar dapat membawa tim menuju podium juara.
