Kegiatan

on 01 Desember 2021
  • Kegiatan
  • SMP Kajaolalido

Penulis : Rini Budiarti,M.Pd. (Guru IPA SMP Islam Athirah 1 Makassar/ Calon Guru Penggerak)

Sebanyak tiga orang guru SMP Islam Athirah 1 Makassar, yakni Fajaruddin,S.Pd., Mubasrinani,S.Pd.,M.Pd., dan Rini Budiarti, M.Pd., mengikuti Diklat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Makassar. Kegiatan dilaksanakan di Hotel MaxOne jalan Taman Makam Pahlawan No.5 Makassar.

Acara yang diselenggarakan tangggal 1 sampai dengan 3 Desember 2021 ini secara resmi dibuka oleh PLT Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Nielma Palamba, S.H., A.md. Pemb. Dalam sambutannya Nielma menuturkan bahwa telah banyak inovasi yang dilakukan sekolah-sekolah di Kota Makassar, namun selama ini belum semuanya ter-ekspose. “Oleh karena itu kegiatan ini dilaksanakan agar guru-guru mengetahui jalur untuk mengekspose inovasi yang telah dilakukan sehingga akan membuka peluang guru untuk berprestasi dan dapat mewakili Sulawesi Selatan di ajang lomba guru berprestasi tingkat nasional.” tutur Nielma menambahkan.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 150 orang guru yang terdiri dari Calon Guru Penggerak, Pengajar Praktik Guru Penggerak, Unsur MGMP serta MKKS. Dr. Panca Nurhidayat, M.Pd, kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Kota Makassar menguraikan teknis kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari ini, di antaranya yaitu sharing session dari guru yang pernah mendapatkan award guru berprestasi tingkat nasional, lalu bimbingan teknis perumusan ide dan gagasan serta penulisan karya tulis ilmiah, sampai dengan sesi presentasi dari peserta di hari ke-3.

Fajaruddin, S.Pd sebagai salah satu peserta menuturkan bahwa kegiatan ini dapat memotivasi dalam mengembangkan diri dan sekaligus untuk berprestasi. Sementra itu Mubasriani mengemukakan pendapatnya bahwa dengan kegiatan ini guru dapat dibekali dengan berbagai ilmu dan starategi yang diperlukan untuk menghadapi berbagai ajang lomba baik di tingkat regional maupun nasional. “Intinya kegiatan ini bagus dan baru pertama kali SMP Islam Athirah diundang dalam acara seperti ini.” tambah Fajar dan Mubasriani.

Setiap kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam rangka pengembangan diri tentunya memiliki konseksuensi baik dari segi waktu maupun biaya. Dari segi waktu tentunya kegiatan ini sedikit banyak akan mempengaruhi agenda kegiatan sekolah. Akan tetapi selama tupoksi guru menjadi prioritas, pihak sekolah dalam hal ini pimpinan akan senantiasa mendukung. Seperti kegiatan kali ini, guru telah mengantisipasi kegiatan pembelajarannya dengan cara mengalihkan secara daring maupun reschedule untuk pertemuan, sesuai dengan arahan wakil kepala sekolah urusan kurikulum, Kasman, S.Pd.


Editor : Hasniwati Ajis (Tim Web SMP Islam Athirah 1 Makassar)